Pengobatan Penyakit Thalasemia

ThalasemiaThalasemia, nama penyakit yang masih awam kita dengar. Sebenarnya d Indonesia sendiri penderita Thalasemia bisa dibilang tinggi, tahukah anda apa itu penyakit Thalasemia dan bagaimana cara pengobatannya? Jelly Gamat Luxor merupakan salah satu upaya pengobatan untuk penyakit Thalasemia. Bagi anda yang belum tahu tentang penyakit Thalasemia, Mari kita pelajari bersama tentang Penyakit Thalasemia sekaligus kita bahas pengobatan untuk penyakit ini..!!!

Pengertian Thalasemia

Thalasemia adalah gangguan genetik yang mengakibatkan menurunnya produksi dan rusaknya hemoglobin, sebuah molekul di dalam semua sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Thalasemia adalah penyakit turunan, diwariskan dari orang tua kepada anak-anak melalui gen mereka.

Penyakit Thalasemia terdiri dari beberapa jenis, antara lain :

- Thalasemia alpha
Anak-anak dengan sifat alfa-thalassemia tidak memiliki penyakit talasemia. Orang-orang biasanya memiliki empat gen globin untuk alfa, dua diwariskan dari setiap orangtua. Jika satu atau dua dari empat gen yang terpengaruh, anak dikatakan telah mendapatkan alfa-thalassemia.

- Beta Thalasemia
Beta thalasemia, bentuk paling umum, dikelompokkan menjadi tiga kategori: beta-thalassemia minor (sifat), intermedia, dan utama (anemia Cooley). Seseorang yang membawa gen beta-thalasemia memiliki kesempatan 25% (1 banding 4) memiliki anak dengan penyakit jika pasangan nya juga membawa sifat tersebut.

- Beta Thalasemia minor (sifat)
Beta-thalasemia minor sering kali tidak terdiagnosis karena anak-anak dengan kondisi ini tidak memiliki gejala yang nyata selain anemia ringan dan sel darah merah yang kecil. Hal ini sering dicurigai berdasarkan pada tes darah rutin seperti hitung darah lengkap (CBC) dan dapat dikonfirmasi dengan elektroforesis hemoglobin. Tidak ada perawatan yang diperlukan.
Seperti sifat alfa-thalasemia, anemia dengan kondisi ini mungkin salah didiagnosa sebagai kekurangan zat besi.

- Beta Thalassemia Intermedia
Anak-anak dengan beta-thalassemia intermedia memiliki berbagai efek dari penyakit ini, anemia ringan mungkin satu-satunya gejala mereka atau mereka mungkin memerlukan transfusi darah secara teratur.

- Beta Thalasemia Mayor
Beta-thalasemia mayor, juga disebut anemia Cooley, adalah kondisi yang parah di mana transfusi darah secara teratur diperlukan bagi anak untuk bertahan hidup.

Penyebab Penyakit Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit yang bersifat menurun. Penyebabnya adalah adanya kerusakan gen pembentuk hemoglobin sehingga sehingga penderita mengalami anemia atau istilah umumnya kurang darah. Hemoglobin adalah zat warna merah pada darah yang berfungsi untuk mengikat oksigen .Jika gen pembentuk hemoglobin rusak, maka darah akan kekurangan hemoglobin sehingga kemampuan darah untuk mengikat oksigen pun berkurang.

Gejala Penyakit Thalasemia

Gejala yang terjadi pada penderita Thalasemia berbeda, tergantung dari jenis penyakit Thalasemia tersebut. Gejala yang terjadi seperti anemia dengan gejala tambahan pucat, sulit tidur, lemas, kurang nafsu makan atau infeksi yang kerap berulang, kemudian juga jantung yang dipaksa bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin, serta penipisan atau perapuhan tulang karena sumsum tulang juga berperan penting dalam memproduksi hemoglobin tersebut.

Pengobatan Penyakit Thalasemia

Penyakit Thalasemia termasuk penyakit keturunan, tetapi jangan khawatir meskipun begitu penyakit Thalasemia bisa disembuhkan. Untuk mengobati penyakit Thalasemia tersebut, kami rekomendasikan anda untuk melakukan pengobatan secara herbal dan alami. Mengapa kami sarankan anda untuk melakukan upaya pengobatan secara herbal dan alami? itu karena pengobatan secara alami aman untuk dilakukan siapa saja, tidak beresiko, dan pastinya tidak menyebabkan efek samping yang memperburuk keadaan. Mengkonsumsi Jelly Gamat Luxor merupakan salah satu upaya pengobatan secara herbal dan alami.

Thalasemia

Mengapa Jelly Gamat Luxor mampu mengobati penyakit Thalasemia?

Itu karena Herbal Jelly Gamat Luxor terbuat dari komposisi alami yaitu Gamat atau Teripang emas. Menurut Paulo Antonio de Souza Mourao dari Fakultas Biomedika, Universidade Federal Rio de Janeiro, Brazil, glukosaminoglikan dalam teripang mampu mengatasi tulang rapuh pada penderita talasemia mayor. Senyawa itu berefek memperbaiki aliran darah dan melancarkan cairan yang tersumbat. Penggunaan teripang untuk penyakit thalasemia dipatenkan oleh Yash Sharma P dari Houston, Amerika Serikat. Menurut Yash, yang paling berpengaruh adalah kandungan N-asam glikolineuraminat, merupakan permukaan sel asam sialat. Sialat terbentuk dari polisakarida, glikoprotein, dan glikolipida. Saat terjadi mutasi gen, asam glikolineuraminat hilang dari sel.

Untuk mendapatkan Herbal Jelly Gamat Luxor, silahkan klik PEMESANAN atau pesan langsung kepada kami melalui SMS / BBM.

Format SMS/BBM: (Sebaiknya Menggunakan Format dibawah ini)

ILUXOR, Jumlah Pesanan, Nama Lengkap, Alamat Lengkap,No. Hp/Telpon

Kirim SMS / BBM ke : 082116551105 / 271F7CF3

Contoh: ILUXOR, 3, Amir Wahab, Jln. Kejujuran No 1 Rt 1 Rw 4 Desa Barokah Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang Jawa Barat, 085324551105

Testimoni Sembuh dari Thalasemia dengan mengkonsumsi herbal Jelly Gamat Luxor

(sumber : trubus online – Kamis, 01 Nopember 2007 20:49:39)

Ini hasil riset yang mencengangkan: 20-juta penduduk Indonesia membawa gen penyakit talasemia. Mereka berpeluang mewariskan penyakit kelainan darah itu kepada keturunannya. Pasangan Tarkiman dan Siti Maryati di Cianjur, Jawa Barat, misalnya menurunkan penyakit itu kepada buah hati mereka, Salwa Wijaya.

Salwa Wijaya (3 tahun) tak seperti bocah seusianya yang tengah lucu-lucunya. Tubuh sulung 2 bersaudara itu kurus kering. Suhu tinggi kerap menghampirinya. Pertumbuhannya juga lambat. Ia baru dapat berjalan ketika usianya 2,5 tahun. Pada tahap itu Siti Maryati tak curiga bahwa anaknya mengidap talasemia. Ia hanya menduga, anaknya kurus kering lantaran enggan makan.

Ketika benjolan seukuran buah kedondong muncul di pinggang kiri perempuan itu, Siti bergegas ke dokter. Hasil diagnosis dokter, Salwa kelelahan. Siti tak puas hati atas diagnosis itu sehingga mendatangi dokter kedua. Ahli medis itu menyarankan agar Salwa menjalani tes darah. Ketika itu kulit Salwa pucat, perut membuncit, dan urine lebih gelap. Misteri itu terpecahkan di Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Bocah kelahiran 5 Februari 1997 itu positif talasemia.

Benjolan di pinggang itu ternyata limpa yang membengkak. Organ itu membesar lantaran tak dapat menjalankan fungsinya membersihkan darah. Dokter mengatakan belum ada penawar alias obat talasemia. ‘Hanya transfusi darah penyambung hidupnya,’ kata Tarkiman mengulangi pernyataan dokter. Dua minggu sekali, Salwa harus menjalani transfusi sebanyak 2-3 kantong darah.

Transfusi

Di dalam tubuh pasien talasemia terjadi perubahan atau mutasi gen pembawa kode genetik untuk pembuatan hemoglobin. Akibatnya, kualitas sel darah merah tidak baik dan gagal bertahan hidup lama. Pasien talasemia mesti menjalani transfusi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Tugas hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kadar hemoglobin dalam tubuh rendah menyebabkan kelelahan, bahkan pingsan. Karena lama merawat Salwa, Siti akhirnya mengetahui kapan Salwa mesti menjalani transfusi darah. ‘Tanda-tanda Salwa harus ditransfusi darah, bibirnya putih pucat, mimisan, lemas lunglai, dan tonjolan membengkak di pinggangnya,’ kata Siti. Saat itu, kadar hemoglobin dalam darah Salwa hanya 6; kadar normal 12-16.
Setelah transfusi, hemoglobin hanya meningkat 1 angka, menjadi 7. Itu sebabnya tubuh Salwa masih tetap lemah. ‘Saya hampir tak pernah mengikuti pelajaran olahraga,’ kata Salwa yang kini berusia 10 tahun.

Titik terang kesembuhan datang pada Mei 2007. Saat itu seorang perawat di RSU Cianjur menceritakan ekstrak teripang untuk membantu mengatasi penderitaan anaknya.
Semula Tarkiman enggan memberikan ekstrak itu karena tidak yakin bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Maklum, sebelumnya ia mencoba berbagai suplemen kesehatan anjuran rekan-rekannya, tetapi tetap gagal. ‘Semuanya sudah dicoba, mulai dari jamu-jamuan sampai dengan pengobatan alternatif dengan mediasi, semuanya gagal,’ kata Tarkiman.

Genetik

Suatu ketika pikiran Tarkiman berubah: tak ada salahnya untuk mencoba. Cairan kental itu dikonsumsi Salwa 2 kali satu sendok makan sehari. Dosis itu ditambah dengan 5 butir spirulina 2 kali sehari. Pekan pertama, Salwa tak lagi demam. Tiga pekan kemudian, hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin Salwa melonjak ke angka 10. Artinya, kesehatan Salwa berangsur normal.

Setelah 3 bulan mengkonsumsi, frekuensi transfusi darah berkurang dari 2 kali per bulan masing-masing 2-3 kantong menjadi 1 kali sebulan hanya 1 kantong. Walau begitu, kadar hemoglobin tetap ajek di atas angka 10. Bobot tubuh meningkat menjadi 28 kg, sebelumnya 20 kg. Pun, limpa Salwa, kini tak pernah membengkak. Perubahan itu menggembirakan keluarga Tarkiman.

Menurut Ketua Pusat Talasemia Indonesia, Prof Dr Iskandar Wahidijat SpA(K), thalasemia adalah suatu penyakit genetik yang diturunkan dari kedua orangtua. Kedua orangtua secara klinis boleh saja terlihat sehat, walau sebetulnya salah satu gennya pembawa sifat penyakit itu. Nah, bila kedua gen itu bertemu, maka anak mereka akan mengidap talasemia. Hidup anak bergantung pada transfusi darah karena umur sel darah merahnya tidak panjang, hanya 1-2 bulan, normalnya 3-4 bulan.

PESAN Jelly Gamat Luxor sekarang juga dan konsumsilah sesuai Aturan Konsumsi yang tepat.

 Semoga sekilas pemaparan tentang Penyakit Thalasemia dan Pengobatannya tersebut bermanfaat untuk anda.

Semoga Lekas Sembuh…………………….

Info Jelly Gamat Luxor : Obat Penyakit Thalasemia